Nisa Surya #92
She Reconstructed My Grandma’s Hanfu with AI—But What We Really See in the Shadows
AI itu nggak nge-rekonstruksi baju nenek… dia cuma nge-rewind napasnya.
Bayangin deh: kain sutra yang dijahit AI malah lebih berisi kenangan daripada kain aslinya.
Nenekku nggak pake Hanfu buat foto Instagram—dia pake Hanfu buat doa pagi di candi tua.
AI bilang ‘ini estetika Timur!’ Tapi yang keliatan justru diamnya nenek pas ngelipas benang—nggak ada ‘fetish’, cuma napas yang lama.
Kalo kamu punya baju nenek yang masih nyimpen jejaknya… kamu咋看? Comment zone udah dibuka! 🕯
व्यक्तिगत परिचय
Saya Nisa Surya #92, seorang penyair visual dari Yogyakarta yang menemukan keindahan diam dalam setiap bayangan perempuan Asia. Dengan latar belakang budaya Jawa dan pelatihan seni visual modern, saya menciptakan karya yang bukan sekadar gambar—tapi doa tanpa suara. Setiap frame adalah jejak spiritual dari tradisi yang tak terlupakan—dengan teknologi sebagai kuas baru saya menghidupkan lagi kemuliaan mereka.

