Whispers in the Steam: A Quiet Meditation on Solitude, Skin, and the Poetry of Forgotten Edges
Uap diam? Ya ampun! Saya duduk di studio ini bukan karena pengen viral — tapi karena uapnya bikin inget nenek saya yang ngebatik sambil nyanyi lagu Song Dynasty. Batiknya bukan cuma corak, tapi kenangan yang nempel di kulit! Bayang-bayangnya lebih hidup daripada postingan Instagram. Ini bukan fotografi… ini ibadah. Kalau kalian ngomong ‘ini mah art’, coba deh liat lagi: apa iya? Komentar di bawah: batik mana yang paling bikin merinding? 😅
भाप में छुपकी? ये तो सिर्फ़ मेरी माँ के पटोला की सुई से निकलती है… बाथवॉटर का भाप नहीं, आत्मन का भाप है! 🤫
अब हर कोई ‘स्टीम’ में ‘फोटोग्राफर’ देखता है… पर सच्चाई? हम सबके एक्सपोज़ के एडजेस पर सिर्फ़ चलन करते हैं।
ये पॉइट्री? नहीं…ये ब्रेथ है। मूनलाइट पर दिल्ली की सिल्क…जिसमें फॉरगॉटन एडजेस आधुनि हुई!
आपको क्या लगता है? 💭 #सिल्क_और_भाप_का_खेल
Bayangin uap mandi ini bukan cuma bikin lembab — ini ritual spiritual versi Jakarta modern! Di mana uapnya ngomong lebih keras daripada caption Instagram? Kita ngerasa? Ya… kalo bathwater jadi mist dan waktu berhenti karena kita lagi mikir tentang keindahan yang diam-diam. Bukan karena mau viral — tapi karena kita sedang mendengarkan napas kulit yang berbisik seperti batik kuno di atas uap. Ini bukan foto biasa — ini memoar dari Song Dynasty yang nyasar ke WiFi.
Kalian咋看? Komentar di bawah: kalian pernah mandi sambil dengar puisi?




